Kualitas Pendidikan di Era Pandemi
Seperti halnya yang kita ketahui saat ini pandemi COVID-19 belum usai dari hari kehari dari bulan kebulan jumlah korban yang terpapar virus corona semakin bertambah dan hal ini menyebabkan terhambatnya pendidikan di Indonesia. Seperti halnya yang kita ketahui siswa dituntut untuk belajar secara daring tanpa adanya tatap muka hal ini membuat penyaluran ilmu dari guru ke siswa sedikit terhambat, pasalnya tidak semua siswa mempunyai handphone dan kuota internet terlebih lagi tidak semua wilayah memiliki kualitas jaringan internet yang baik. Dengan adanya sistem pendidikan secara daring membuat siswa lebih cepat bosan ketika menerima pelajaran belum lagi materi yang disampaikan belum tentu bisa langsung dipahami oleh siswa tetapi mau gimana lagi memang kita semua dituntut untuk tetap belajar di era pandemi.
Dikutip dari Liputan6.com, Jakarta Metode pembelajaran jarak jauh dengan belajar di rumah selama pandemi COVID-19 rupanya membuat anak-anak stres dan lelah. Meski di rumah, mereka juga merasa kurang istirahat. Ada banyak tugas-tugas yang diberikan guru dinilai berat dan pemberian tugas kerap tanpa interaksi.
Temuan tersebut dari survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan responden siswa dan guru pada 13-21 April 2020. Survei dilakukan di 20 provinsi dan 54 kabupaten/kota di Indonesia.
"Stres dengan pembelajaran jarak jauh belajar di rumah terbukti ditunjukkan. Ternyata 79,9 persen anak mengatakan bahwa proses pembelajaran jarak jauh tanpa interaksi," papar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti saat sesi webinar "Dampak Sosial Ekonomi COVID-19 pada Anak-anak di Indonesia: Tantangan Menjaga Kesejahteraan Anak Saat Pandemik", ditulis Selasa (12/5/2020).
"Maksudnya, guru hanya memberikan tugas dan menagih tugas, tanpa ada interaksi belajar, seperti tanya jawab langsung atau guru menjelaskan materi. Hanya 20,1 persen saja yang menyatakan, ada interaksi interaksi antara guru sama siswa. Jadi, kerjanya guru adalah memberi tugas tanpa interaksi inilah yang memicu anak kelelahan. Ya, jelas karena tugasnya bertumpuk."
Anak-anak juga kebingungan mengerjakan tugas karena tak ada interaksi. Bentuk interaksi belajar di rumah yang dilakukan, yakni chatting-- berbalas pesan pendek (87,2 persen). Ada yang menggunakan zoom meeting (20,2 persen), video call (7,6 persen). Hanya 5,2 persen yang interaksi lewat telepon."
Dari sini bisa disimpulkan bahwa anak dituntut untuk selalu mengikuti daring dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam pembelajaran tersebut secara tuntas. Anak harus belajar secara virtual, di mana dialog interaktif antara guru dan anak tidak semudah kalau secara tatap muka. Tingkat pemahaman anak atas materi yang diberikan tentulah berbeda beda, banyak yang tingkat pemahaman kurang, karena ketidaksungguhan dalam proses pembelajaran. Ada dan tidak adanya orangtua tau lainnya yang melakukan pendampingan. Di samping itu fasilitas anak yang dimiliki dari berbeda beda seperti Jenis handphone, jenis laptop, provider yang digunakan dan jumlah kuota yang dimiliki.
Oleh karena itu peran orangtua di saat pembelajaran daring sangat diperlukan oleh anak, terutama pada anak-anak tingkat SD, orang tua dituntut untuk dapat menjelaskan apa yang dijelaskan oleh pengajar, dan dapat membantu mengerjakan tugas pekerjaan rumah anak-anak. Peran penting orangtua lainnya yang sangat penting memberikan fasilitas seperti handphone, laptop, internet, kuota dan bahan-bahan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini memicu kesenjangan karena di saat pandemic ini banyak sekali pemutusan hubungan kerja di kalangan buruh, pemotongan gaji karena dampak pandemi dan berkurangnya penghasilan bagi pelaku UMKM. Jangankan untuk memberikan fasilitas pendidikan, untuk makan saja sulit. Dengan demikian, ketika anak tidak bisa mengikuti pembelajaran;ajaran, sehingga menimbulkan keputusaasaan dan menimbulkan putus sekolah.
Dalam situasi seperti ini pemerintah dituntut untuk bisa mengeluarkan perpu dan menegakan peraturan terhadap penanganan virus corona dengan begitu masyarakat bisa lebih aman dari ancaman virus tersebut. Pemerintah juga harus bisa meningkatkan kualitas pendidikan di era pandemi walupun terkadang cukup susah karena terhalang dengan jarak, tetapi tetap Peran pemerintah sangat penting dalam memberikan kualitas pendidikan kepada anak bangsa, karena pendidikan adalah kunci dari kenberhasilan sumber daya manusia suatu Negara. Di tangan anak-anaklah ke depannya kita bisa menjadi maju.
Peran Pemerintah di sini, bagaimana dapat memberikan handphone ataupun laptop kepada anak-anak yang orangtuanya kurang akibat dirumahkan, pemutusan hubungan kerja, pelaku UMKM yang mengalami keterpurukan dan saat ini pun nelayan bersedih karena harga ikan menurun, sementara tangkapan ikan pun menurun.
Dalam memberikan dana tersebut, Pemerintah haruslah selektif, agar dana-dana tersebut dapat tepat sasaran dan efektif sampai kepada yang memang benar-benar memerlukan.
Di samping itu, Pemerintah berperan dalam memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik yang ada serta merekrut tenaga tenaga pendidik yang berkualitas. Tidak kalah penting Pemerintah memberikan fasilitas media pembelajaran untuk tenaga pendidik, sehingga walau di masa pandemi tetap menghasilkan pendidikan yang berkualitas, tercipta generasi unggul penerus bangsa.
Kementerian Keuangan di masa pandemi ini pun akan mewarnai dunia pendidikan, di mana setiap tahunnya Kementerian Keuangan mempunyai kegiatan mengajar selama satu hari di sekolah, yang telah berlangsung 4 tahun. Pada kegiatan di tahun ke-5 ini akan mengajarkan bagaimana peran Kementerian Keuangan dalam upaya menjaga ekonomi negeri dan memperkenalkan profesi yang ada di Kementerian Keuangan, juga akan mengajarkan nilai-nilai dan semangat yang ada dibawa oleh Kementerian Keuangan. Kegiatan ini mengusung semangat kesukarelaan, panitia tidak memungut biaya apapun pada sekolah dan pegawai yang mengikuti Kemenkeu Mengajar juga tidak akan mendapatkan pembayaran, baik honor maupun SPD. Biaya yang ditimbulkan atas penyelenggaraan kegiatan ini tidak dibebankan pada APBN. Karena masa depan Indonesia yang lebih baik adalah imbalan yang pantas dalam upaya turut mencerdaskan kehidupan bangsa seperti Kemenkeu Mengajar ini.
Namun ada yang berbeda pada kegiatan Kemenkeu Mengajar 5 di masa pandemi ini, kegiatan dilaksanakan secara virtual/daring, tidak ada tatap muka pada hari mengajar, seluruh relawan perlu kreatif dalam membawa suasana kegiatan belajar mengajar secara daring,pada kegiatan ini. Kemenkeu Mengajar membuka pendaftaran bagi sekolah yang ingin berkolaborasi di Kemenkeu Mengajar agar relawan dapat mengajar di sekolahnya, melibatkan jenjang SMP, SMA, dan sederajat, baik swasta maupun negeri di seluruh Indonesia.
Keberhasilan Kemenkeu Mengajar 5 ini haruslah mendapat dukungan dari kita semua insan Kemenkeu. Semoga sukses Kegiatan Kemenkeu Mengajar 5 yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 November 2020 nanti. Semoga pandemi Covid19 segera berlalu dan masalah-masalah kehidupan berbangsa dan bertanah air dapat berjalan kembali secara normal dalam segala bidang.
Komentar
Posting Komentar